Quo Vadis, Menteri?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on google
Share on whatsapp
Share on telegram

Dengan pengumuman Kementerian Pendidikan baru-baru ini untuk membuka semula sekolah secara bersemuka pada 1 September 2021, timbul beberapa persoalan yang berkaitan. Ini adalah berikutan kenaikan yang teruk baru-baru ini dalam kes COVID-19 yang mengakibatkan jumlah kes positif, jumlah rekod kemasukan ICU dan jumlah kematian yang sepertinya tidak akan kelihatan berkurangan dalam masa terdekat.

Soalan pertama yang terlintas di fikiran adalah sama ada ia akan menjadi sekolah bersemuka sepenuhnya untuk semua murid atau adakah ia hanya akan dilaksanakan sebahagiannya? Sekiranya untuk semua murid, apakah cadangan untuk prosedur operasi standard (SOP) yang telah dipertimbangkan oleh KKM? Adakah ini telah diperjelaskan sebelum pelaksanaannya? Bagaimana sekolah akan menangani murid yang mengalami gejala? Akan adakah kuarantin yang berlaku atau mereka akan dipaksa tinggal di rumah, dalam hal berapa lama? Adakah pembelajaran dalam talian akan tersedia untuk mereka?

Persoalan seterusnya harus berkaitan dengan sama ada seluruh tenaga kerja KPM kita iaitu guru, pekerja pentadbiran, pengusaha kantin dan kakitangan pembersihan telah diberi vaksin sepenuhnya? Adakah kita mempunyai daftar kakitangan vaksin yang terkini di setiap sekolah untuk dirujuk oleh ibu bapa yang masih dalam kebimbangan berkaitan situasi covid-19? Apakah kerajaan telah siap menyusun vaksinasi untuk kanak-kanak berumur 12-17 tahun? Sekiranya demikian, bilakah ini akan berlaku berkaitan dengan tarikh pembukaan 1 September?

Persoalan terakhir pastinya berkaitan dengan pengalaman negara lain. Adakah terdapat contoh kejayaan persekolahan bersemuka yang boleh diteladani dalam konteks kes COVID-19 yang tidak terkawal dan tersebar luas? Suasana persekolahan di New Zealand di mana kes adalah terkawal tentunya tidak akan sama dengan suasana persekolahan di India di mana kes semakin meningkat. Di manakah kita di Malaysia dari sudut perancangan secara menyeluruh, pemakluman secara agresif dan pelaksanaan dengan secukupnya mengikut SOP dalam konteks situasi COVID-19 semasa di Malaysia?

Saya minta maaf YB Menteri tetapi nampaknya kita yang berkepentingan dalam pendidikan generasi akan datang, masih dalam kegelapan mengenai keseluruhan rancangan untuk memulakan persekolahan secara langsung untuk anak-anak kita selain dari tarikh yang ditentukan – 1 September 2021. Quo vadis Menteri?

With the recent Ministry of Education announcement to restart face-to-face schooling on the 1st of September 2021, several pertinent questions arise. This is in the wake of the recent severe uptrend in COVID-19 cases resulting in record number of positive cases, record number of ICU admissions and record number of deaths which does not look like abating any time soon.

The first tranche of questions that comes to mind is whether it will be fully face-to-face schooling for all comers or will it only be partially implemented? If it is for all comers, what recommendations for standard operating procedures (SOPs) have been considered by KKM? Have these been disseminated prior to implementation? How will schools deal with symptomatic students? Will there be enforced segregation or will they be compelled to stay at home, in which case for how long? Will online learning be made available to them then?

The next group of questions will have to be related to whether our entire KPM workforce that is the teachers, administrative workers, canteen operators and cleaning staff have been fully vaccinated? Do we have actual registry of vaccinated staff at each school for anxious parents to refer to? Are we planning to start vaccination of 12 – 17 year olds as per Government plans? If so, when will this happen in relation to the 1st September opening date?

The final set of questions will certainly be related to goings-on elsewhere. Have there been any examples of exemplary face-to-face schooling successes within the context of uncontrolled and widely spreading COVID-19 cases? Schooling in New Zealand where cases are under control will certainly not be the same as schooling in India where cases are on the rise. Where are we in terms of a well thought out, exhaustively planned, aggressively publicised and adequately implemented series for SOPs in the context of the current COVID-19 situation in Malaysia?

I am sorry Minister but it looks as if we the stakeholders in the education of our next generation, are still well in the dark regarding the whole plan to start face-to-face schooling for our children apart from just the given date – 1st September 2021. Quo vadis Minister?

Surat ini ditulis oleh Dr. Noor Azlan Ahmad Zanzali, Pengerusi Jawatankuasa Penyelidikan dan Pembangunan IKRAM Musleh.

Kongsikan...

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on google
Share on whatsapp
Share on telegram

Bincangkan...